Korelasi antara Intensitas Penggunaan Pornografi dan Kedisiplinan Rohani Mahasiswa Universitas Advent Surya Nusantara
Keywords:
pornography use, spiritual discipline, students, university, applied theologyAbstract
Abstract
This study aimed to describe the level of pornography-use intensity, the level of spiritual discipline, and the correlation between the two among students of Universitas Advent Surya Nusantara (UASN). Increasing internet access has widened exposure to negative content, including pornography, with documented neurological, psychological, and spiritual consequences for young adults; spiritual discipline—consistent religious practice such as prayer, Scripture reading, and worship attendance—has been proposed as a protective factor, though prior studies report inconsistent results. Using a quantitative correlational design, questionnaires were distributed to 130 active UASN students (semesters 2–8), yielding 129 valid responses for the correlational analysis. Because both variables were not normally distributed (Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk, p < .001), Spearman's rank correlation and Chi-square tests were used. Results showed that 81.5% of students scored high in spiritual discipline, while 62.3% scored low in pornography-use intensity (13.1% scored high). No significant correlation was found between spiritual discipline and pornography-use intensity (rs = .004, p = .965; χ2 = .009, p = .995). This suggests that routine religious practice alone does not automatically predict lower pornography consumption in this population, pointing instead to the interplay of behavioral dissonance, external neurobiological pressures, and instrument limitations.
Keywords: Pornography Use; Spiritual Discipline; Students; University
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat intensitas penggunaan pornografi, tingkat kedisiplinan rohani, serta menganalisis hubungan antara kedisiplinan rohani dengan intensitas penggunaan pornografi pada mahasiswa Universitas Advent Surya Nusantara (UASN). Kemudahan akses internet telah memperluas paparan konten negatif, termasuk pornografi, yang berdampak pada kesehatan neurologis, psikologis, dan spiritual mahasiswa; kedisiplinan rohani—praktik keagamaan yang konsisten seperti doa, pembacaan Alkitab, dan kehadiran ibadah—diasumsikan sebagai faktor protektif, meskipun penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, kuesioner disebarkan kepada 130 mahasiswa aktif UASN (semester 2–8), dengan 129 data valid digunakan untuk analisis korelasional. Karena kedua variabel tidak berdistribusi normal (Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, p < 0,001), digunakan uji Korelasi Spearman dan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 81,5% mahasiswa berada pada kategori kedisiplinan rohani tinggi, sedangkan 62,3% berada pada kategori intensitas penggunaan pornografi rendah (13,1% tinggi). Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara kedisiplinan rohani dan intensitas penggunaan pornografi (rs = 0,004; p = 0,965; χ² = 0,009; p = 0,995). Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik rohani yang rutin tidak secara otomatis memprediksi rendahnya konsumsi pornografi pada populasi ini, yang kemungkinan dipengaruhi oleh disonansi perilaku, tekanan neurobiologis eksternal, dan keterbatasan instrumen.
Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Pornografi; Kedisiplinan Rohani; Mahasiswa; Universitas Advent