"Kelahiran, Perpindahan, dan Pertobatan: Analisis Pertumbuhan Keanggotaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Sebanga, Duri"
Keywords:
Evangelisasi, Gereja Advent, Pertambahan Keanggotaan, Pertumbuhan GerejaAbstract
Abstract: The growth of a local congregation is a concrete expression of the Great Commission entrusted by Jesus Christ to every believer to actively build God’s kingdom on earth. The Seventh-day Adventist Church, organized on 21 May 1863, has grown into a global, conservative evangelistic movement. Wagner identifies expansion, planting, multiplication, and congregational health as core church-growth functions, while Rainer highlights three primary growth factors: biological growth, transfer growth, and conversion growth. This study examines the membership growth of the Seventh-day Adventist Church, Sebanga Congregation, Duri, Riau Province, over a ten-year period (1993–2002) through these three factors. Using a qualitative descriptive method combining library and field research, the study finds that the congregation grew by 364 members, comprising 64 through birth, 36 through transfer, and 264 through evangelistic conversion, averaging 36 new members annually.
Abstrak: Pertambahan satu jemaat sebagai bagian dari gereja Kristen merupakan perwujudan amanat Yesus Kristus supaya setiap orang yang telah terpanggil turut berperan aktif membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah satu denominasi Kristen yang diorganisasikan pada tanggal 21 Mei 1863 dan telah berkembang menjadi gerakan evangelisasi konservatif yang meliputi seluruh dunia. Wagner menunjuk pada upaya perluasan, penanaman, pelipatgandaan, serta kesehatan gereja sebagai fungsi utama pertumbuhan gereja, sedangkan Rainer menyoroti tiga faktor utama pertambahan jemaat, yaitu pertambahan biologis, pertambahan atas perpindahan, dan pertambahan atas pertobatan. Penelitian ini mengkaji pertambahan keanggotaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Sebanga, Duri, Provinsi Riau, selama sepuluh tahun (1993–2002) berdasarkan ketiga faktor tersebut. Dengan metode kualitatif deskriptif yang memadukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian ini menemukan bahwa jemaat bertambah sebanyak 364 orang, terdiri dari 64 orang atas kelahiran, 36 orang atas perpindahan, dan 264 orang atas hasil evangelisasi, dengan rata-rata 36 orang anggota baru setiap tahun.